Kembali ke Rantau

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di tempat perjuanganku, Bogor. Walau harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 13 jam untuk sampai ke kontrakan, yang biasanya hanya perlu waktu 9 jam kurang. Itu juga jalannya memutar lewat jalur selatan, kalau lewat pantura pasti lebih lama lagi -_- Subhanallah J luar biasa sekali yaa semangat para pemudik dan pejuang arus balik di Indonesia ini. Entah mungkin dengan berbagai perasaan yang bersarang di hati, mereka tetap kembali ke perantauannya dan meninggalkan kampung halaman. Walaupun sebenarnya mereka hanya sebentar di kampung halaman. Semoga jerih payah mereka dapat terbalas dengan yang lebih baik.

Aku harus lebih awal datang ke Bogor karena ada tanggungjawab yang harus dilakukan. Aku ikut kepanitiaan. Panitia MPKMB. Semacam ospek kalau di univ lain. Tapi kalau di IPB namanya itu MPKMB. Dan itu adalah acara yang seruu bangeeett!! Malah rasanya aku ga mau jadi panitia. Pengennya jadi peserta saja.hehe

            Sampai ke rumah ke-2 ku (baca:kontrakan) sekitar pukul 22.00. hmm rasanya mimpi, kini aku sudah kembali ke bogor. Jauh dari orangtua. Hmpp kayanya harus adapatasi lagi dengan kesendirian ini. Agak beda juga sih. Dulu walaupun datang lebih awal dari yang lain, agak terhibur karena masih di asrama. Pasti ada orang aja sih di asrama, dan kalau mau main ke kamar teman itu dekat. Tidak seperti sekarang, kalau datang pertama ya bener bener sendiri. Ahhh kenapa jadi meratapi gini sih. Masih syukur alhamdulillah bisa kuliah. Bisa ikut kepanitiaan jadi nambah pengalaman. Lagipula kalau ga ikut kepanitiaan, di rumah mau ngapain lama – lama? Kecuali kalau saya atau anda punya keperluan lain seperti punya usaha atau bisnis sendiri sehingga waktu liburan dapat digunakan untuk mengembangkan usaha tersebut (ssstt itulah yang sebenarnya lebih kuinginkan di kesempatan yang akan datang J ).

Hahhh… perjuangan sudah pasti tak seindah menikmati hasilnya. Perlu kesabaran dan keyakinan bahwa nanti pasti akan terasa manisnya. Perlu juga diingat bahwa di luar sana banyak orang yang juga sedang berjuang sepertimu. Menahan kepedihan jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang dicintai. Bahkan banyak dari mereka yang merasakan pedih lebih dari yang kurasakan.

Insyaallah semua ini tak akan sia-sia. Ikhlas dan bersungguh-sungguhlah Aih! Ayoo J hihihi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s