agronomi-ICDF

ICDF (International Cooperation and Development Fund) adalah tempat pengembangan sayuran dan buah yang awalnya bekerjasam dengan Taiwan. Awalnya namanya adalah ADC (Agribusiness development center) ketika masih bekerjasama dengan Taiwan. Namun ketika sepenuhnya dikelola IPB, sekarang namanaya berubah menjadi ADS (Agribusiness Development Station). ICDF adalah tempat pengembangan dan produksi tanman sayur dan buah. Ada banyak macam sayuran dan buah yang ditanam. Tanaman yang diproduksi biasanya dikembangkan dulu, setelah itu ditawarkan ke pasar, ketika petaninya mneyetujui barulah akan disebarkan ke petani tersebut.
Terdapat sayuran organik dan sayuran non-organik yang dikembangkan. Ada 6 macam sayuran organik, yaitu 2 macam tanaman nursey dan 4 macam tanaman produksi.

1.Budidaya sayuran organik ada 6 macam yaitu 2 macam tanaman nursey dan 4 macam tanaman produksi.
Terdapat profil tank yang berguna sebagai alat membuat pestisida organik
(destilasi). Bahan yang digunakan salah satunya sekam untuk dibakar menjadi uap dan menjadi cairan. Daun kolesan di trial, baru beberapa tahun yang lalu bisa masuk ke pasar dan dipilih yang bagus. Sayuran organik memerlukan waktu 1 bulan untuk bisa dipanen. 7 macam tanaman yang dibudidayakan yaitu …..

2. Budidaya sayuran organik ada 6 macam yaitu 2 macam tanaman nursey dan 4 macam tanaman produksi.
Terdapat profil tank yang berguna sebagai alat membuat pestisida organik
(destilasi). Bahan yang digunakan salah satunya sekam untuk dibakar menjadi uap dan menjadi cairan. Daun kolesan di trial, baru beberapa tahun yang lalu bisa masuk ke pasar dan dipilih yang bagus. Sayuran organik memerlukan waktu 1 bulan untuk bisa dipanen. 7 macam tanaman yang dibudidayakan yaitu …..
3. Nursey organik kecuali kangkung dan bayam.
Kuota sesuai dengan peramalan PO (Phorchase Order). Petani membawa tanaman dan treynya . media tanam yang digunakan yaitu farmi kompos (cascing) bekas cacing, kokopit, dan sekam. Di sini menggunakan sistem trasebility system (telusur balik). Misal ada hasil panen yang tidak bagus, atau bibitnya jelek. Harga satu trey yaitu Rp 1500,-.
Nursey sapwa non organik, bibit disini

Kebun jambu kristal (produksi)
Umurnya sekitar 7 tahun. Bakal buahnya muncul di ruas baru. Pemeliharaan dapat dilakukan dengan pemangkasan karena penting yaitu mempermudah pemangkasan selanjutnya dan mudah untuk merawatnya karena terlampau pendek. Ada juga metode perebahan tanaman yaitu agar tunas-tunas baru yang muncul di punggung tanaman terkena sinar matahari banyak sehingga tidak mudah berjamur. Musim panen yang menghasilkan banyak buah yaitu bulan Januari sampai Maret, yang sedang dari bulan Juli sampai September. Selebihnya hasil panennya lebih sedikit. Kualitas jambu kristal ada 3 macam yaitu kualitas A, B dan C. KW A harganya 25000. Kw B 20000, kw C 15000. Di bawah tanaman jambu juga di tanam bunga Tai kotok(marygold) untuk menghalau nematoda. Selain jambu kristal di sini terdapat buah jujube bentukny kecil seperti kedondong tapi bijinya tidak berserat dan rasanya perpaduan antara apel dan pir. Buah naga, srikaya dan jambu mutiara juga di budidayakan di sini. Buah naga sebenarnya kurang cocok karena kelembaban di bogor tinggi sedangkan buah naga akan tumbuh baik di daerah yang kering. Srikaya menyukai dataran tinggi, kecuali Bogor sehingga ketika di tanam disini banyak yang menghitam dan busuksebelum matang. Jambu mutiara pohonnya pendek, tetapi lebih besar dan lebar daripada jambu kristal. Perawatannya lebih mudah dari jambu kristal dan hasilnya yang bagus-baguspun lebih banyak.
4. Packing House
Tempat terjadi jual beli antara petani dengan kita. Prosedurnya yaitu pertama kali petani datang membawa sayurannya atau produknya lalu ditimbang kemudian hasil timbangannya di catat di kertas dan di taruh di dalam keranjang yang mereka pakai,hitung jumlah kotornya berapa lalu disortir sebelum pengemasan yang bolong –bolong atau jelek. Sedangkan prosedur untuk jambu adalah pertamakali jambu di pilah dan di pisah antara grade A, B atau C. Lalu masing-masing ditimbang kemudian di sortir apakah ada yang masih hijau, busuk, lecet. Biasanya untuk menghindari cacat pada buah, petani membungkusnya dengan koran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s