Selayaknya karunia Allah, perjalanan haruslah dinikmati. Karena dari perjalanan bisa kita dapatkan pelajaran. Dari perjalanan bisa kita dapatkan pengalaman dan bertambahlah rasa syukur.

 Alhamdulillah akhirnya aku bisa jalan-jalan setelah sekian lama ga pernah :D. Tanggal 12 Januari kemarin aku pergi ke Rembang, sebuah kabupaten yang ada di jawa Tengah. Pergi kesana bukannya tanpa tujuan dan hanya sekadar jalan-jalan. Tapi ada tugas unutk mengunjungi rumah seseorang. Eh dua orang deh.hehe

Berangkat jam 1 siang. Naik bus yang sebelumnya belum pernah kunaiki. Baru tau kalau ada bus yang kaya gini, lengkap ada selimutnya juga. (maklum.. belum pernah pergi jauh. Sejauh-jauhnya juga masih pakai kendaraan keluarga.hehe). Awalnya aku ga siap, membayangkan perjalanan ini akan lebih lama dari yang biasa aku tempuh. Biasanya aku paling lama menempuh perjalanan dengan kendaraan umum itu 8 jam dan ini kurang lebih akan 14 jam –“ hampir dua kali lipatnya. Huft. Tapii kalau tau kendaraanya lengkap fasilitasnya gini sih insyaallah kuat kayanya.hehe

Dan benar.. sampai ke Rembang jam setengah 4 pagi. Oh iya.. aku pergi ke rembang bersama satu orang teman (kaka tingkat tepatnya). Sesampainya di Rembang, kami ikut bernaung (ceileh bahasanya) di rumah adik tingkatnya temanku. Dia asli orang Rembang, mudik bareng gitu sama kita. Kami ikut sholat shubuh disana, sambil menunggu hari terang. Karena setelah itu kami akan beraksi.haha

Nah, kini hari sudah terang.. kami memulai petualangan kami di Kota Rembang ini. Mencari alamat kedua orang yang akan kami kunjungi.

~~~~~~~~

Ada banyak pelajaran yang dapat kuambil dari kota ini. Aku jadi tau kota di Jawa itu seperti apa. Masjid-masjidnya kental dengan arsitektur budaya Jawa. Masyarakatnya sederhana. Disini jarang ditemui angkutan umum, bahkan jalanan pun tidak terlalu ramai. Setidaknya di tempat-tempat yang ku temui begitulah keadaannya.hhe

Ternyata tugas kami selesai tepat jam 3 sore. Kami memutuskan untuk segera pulang. Awalnya kami ingin jalan-jalan dulu, menyicipi makanan khas daerah tersebut tapi hmm waktunya terbatas, sayang sekali. Akhirnya saat itu juga kami langsung memesan tiket bus. Sayangnya karena kami memesannya mendadak, tiket bus yang langsung ke Bogor tidak tersedia. Jadi, Kami pesan tiket bus ke Jakarta.

Selama perjalanan menuju Jakarta banyak pelajaran yang bisa diambil seperti contoh di bawah ini

Keadaan jalanan yang tidak tertib dan menyebabkan macet. Lihatlah mobil-mobil bergerak berlawanan arah dan tidak mau mengalah. Saling terobos. Begitu juga kendaraan bermotor. Masyaallah miris lihatnya. Aku tau pasti mereka punya kepentingan. Banyak juga yang terburu-buru. Tapi bukan begitu caranya jika ingin cepat. Seharusnya mereka bisa lebih mengikuti tata tertib walaupun memang harus bergiliran dan ada saatnya giliran kita untuk menunggu. Karena dengan begitu semuanya akan lebih baik. Sehingga fenomena seperti yang tampak di atas tidak akan terjadi.

Mungkin ini faktor petugas lalu lintas juga yang tidak ada. Entahlah saat itu aku tidak melihat petugas yang mengatur kekacauan itu. Tapi seharusnya yaa pengendara tahu aturan lah?? Mungkin faktor kepentingan pribadi menjadi salah satu penyebabnya.

Yang perlu diperhatikan lagi gambar di bawah ini. Lihat! Disela kemacetan itu ada seorang Bapak Tua yang membawa sepeda dengan satu karung besar di tiap sisi sepedanya. Ia terlihat berusaha menyebrangi kemacetan itu. Nampak kekhawatiran dan kebingungan di wajahnya. Bagaimana caranya ia bisa menyebrang disela-sela kendaraan besar lain dengan bawaan yang ia bawa itu. Tak lama kemudian terlihat juga seorang penjual sayur di gerobak yang ingin menyebrang juga. Mereka terlibat sedikit percakapan. Sang penjual sayur ini terlihat sedikit lebih muda. Ia langsung mengambi jalan lurus dan berbeda arah dengan Bapak tua itu. Nampaklah kebingungan kembali di wajahnya. Ia tetap bertahan dia arah yang ingin ia lalui. Sementara penjual sayur sudah tidak nampak lagi. Akhirnya terlihat ia pun membawa spedanya ke arah yang sama yang dilalui penjual sayur. Dari dalam bus aku mengamati hingga sosoknya hilang. Hmm semoga ia bisa sampai tujuan dengan selamat. Rasanya kasihan melihat seorang baapak tua pembawa sepeda dengan bebannya yang cukup besar berusaha melewati kemacetan yang dominan kendaraan besar >_< ya robb…

Hmmphh sedih jadinya. Akupun belum bisa mengatur lalu lintas seperti bapak Polantas. Seandainya aku bisa hmm mungkin aku sudah turun (?) hehehe tapi ga mungkin didengar, aku kan bukan siapa-siapa.

Setelah terhenti sekian lama barulah bus yang kutumpangi bisa melaju kembali. hmp tapi aku tak tidak tau bagaimana kemacetan itu bisa selesai. Aku tidak melihat bapak polantas, atau mungkin memang tidak terlihat olehku. Sepertinya memang ada yang mengatur tapi tak kelihatan olehku.

Semoga kekacauan seperti itu tidak terjadi lagi. Semoga kesadaran tiap individu dalam berkendara maupun sang petugas lalu lintas dapat lebih tinggi dan lebih sabar.

singkat cerita… aku sampai di tempat tinggal keduaku. alhamdulillah.

huft.. dan aku harus segera bersiap untuk perjalanan yang mneyenangkan besok pagi karena aku akan pulang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s