baru saja aku belajar tentang kepasrahan akan kehendak beberapa saat lalu. kini Ia mengujiku. menguji apakah aku memang benar bisa pasrah dan ikhlas menerima semua ini?

aku tidak mendapatkan apa yang sudah dijanjikan. tak bisa pula menyalahkan orang itu, walaupun ia memang telah menjanjikannya karena dia juga berkaitan dengan kehendak orang lain. hftt… padahal sejak ia berjanji, itu adalah satu-satunya pilihanku! karena aku percaya dia. ya Allah.. kini ia bilang tidak bisa. bagaimana?
masalah ini sangat penting untuk aku. hingga aku berkali-kali bertanya untuk meyakinkan diri beberapa kali pula ia membuat aku yakin. tapi mengapa seperti ini ya Allah? apakah memang jalan itu bukan yang terbaik untukku hingga Engkau… hingga Engkau jadikan semuanya seperti ini?
aku hanya berharap aku bisa bertahan ya Allah.. aku hanya ingin hijrah pada yang kukira itu lebih baik.. 😥

fenomena seperti itu mungkin pernah kita alami. tidka mendapatkan apa yang kita pikir itu terbaik untuk kita. saat kita menginginkan sesuatu yang telah kita usahakan. ternyata tiba-tiba ada hal yang tidak kita inginkan terjadi. Dia memiliki kehendak lain yang berbeda dengan yang kita inginkan. seringkali kita merasa kecewa, sedih, takut. seringkali kita lebih mengutamakan ego kita.. walaupun memang selama berusaha mewujudkan keinginan itu kita telah berdoa padaNya. berdoa minta yang terbaik. tapi saat yang kita inginkan tidak Ia beri, kita seringkali merasa bahwa semuanya sudah gagal.. bahwa tidak mungkin mendapatkan yang terbaik lagi. padahal siapa yang tahu bahwa Allah, tuhan kita, telah memilihkan sesuatu yang lebih baik lagi bagi kita dibandingkan apa yang kita inginkan itu. mungkin itu memang yang terbaik untuk kita, bukankah Allah maha tahu segala sesuatu? bukankah Ia juga maha pengasih dan maha penyayang hinggga selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya?
Engkau harus percaya, aku harus percaya, Kita semua harus PERCAYA bahwa Allah sungguh pasti menginginkan yang terbaik bagi kita. untuk mendapatkan rasa percaya itu dibutuhkan kesabaran juga keimanan. Buktikanlah kalau kita memang percaya pada Allah dan kita pasti kuat untuk menghadapi itu semua karena yakin bahwa itulah yang terbaik yang Allah berikan untuk hidup kita.
walau terasa perih dan pahit di awal, yakinlah dengan kesabaran bahwa setelahnya nanti pasti ada rasa manis yang mengobati. apalagi jika kita sukses bersabar selama masa tunggu itu dan tidak su’udzon kepada Allah.. tentu rasanya akan lebih maniss.. karena iman menemani kita selama kesabaran itu berlaku. saat rasa manis itu datang, maka bertambahlah Iman kita, karena apa yang kita yakini itu terbukti.

Sungguh engkau tidak sendirin.. jika engkau berpikir bahwa Engkau terlalu berlumur dosa hingga Allah, tuhanMu tidka memberikan yang engkau mau, maka bertaubatlah.. kembali kepadaNya.. agar rasa gelisah dan bersalah itu pergi.. agar kau dapatkan hatimu yang lebih damai.
menghadapnya saat banyak orang terlelap. mengabaikan rasa malasmu dan mengutamakan waktu-waktu berharga untuk menghadapnya.

Kuningan, 25 Januari 2015
dari sudut kamar yang terang
karena cahaya lampu tepat di atasnya
saat hujan rintik-rintik turun
dan langit mendung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s