Ilmu, ilmu adalah cahaya

sore itu seperti biasa. latihan bela diri kami lakukan. ini sudah pertemuan keempat. 3 pertemuan kemarin materinya sama, yaitu pukulan. jujur saja dari awal aku merasa sedikit jenuh dengan materi pertama. kenapa sih diulang-ulang terus? untuk ukuran seperti aku yang pernah mendapat materi serupa juga saat sekolah dulu, ini terasa membosankan, mungkin karena sudah pernah menerimanya. tapi aku juga sadar kalau belajar seperti ini apalagi beda jenis beladirinya ya pasti tetap harus dari awal belajar. walau merasa sudah tidak sabar dengan materi selanjutnya tapi tetap pr-pr dari materi pertama aku coba kerjakan. walau tidak seluruhnya juga.hehe :p

dan sore ini menjawab rasa penasaranku. sang guru langsung mengajarkan beberapa materi tendangan. wah, ditambah lagi pekan kemarin aku tidak ikut latihan, jadi ditambah juga dengan jenis pukulan yang kemarin dipelajari. rasanya terlalu banyak yang masuk.

huhu disitu saya merasa sedih. mengapa harus cepat bosan padahal pasti ada saatnya kita dapatkan yang lebih. dan saat kita mendapat yang lebih itu, kita harus siap. siap menerima dan menguasainya. that’s the point.

sore itu juga, ada seseorang senior yang memberi tausiyah. tentang ilmu. ini kisah nyata.

ada seorang murid yang berguru kepada seseorang. orang yang ingin dijadikan guru oleh murid tersebut bertanya kepadanya, “apa kau yakin akan berguru denganku?”

murid menjawab, “ya, tentu saja”

guru berkata lagi, ” kalau begitu kau harus sabar”.

“baik”, jawab si murid.

akhirnya di tahun pertama sang murid disuruh oleh gurunya untuk ngarit rumput (mencari rumput untuk pakan ternak, semacam itu). Murid tidak diberi apa-apa oleh gurunya, dan tidak disuruh apa-apa lagi selain ngarit rumput itu. selama setahun si murid melaksanakan peritah gurunya dengan sabar, walau kadang diselingi dengan protes dan pertanyaan heran pada gurunya. tapi walaupun begitu pekerjaan ngarit rumput tetap ia jalani.

lalu setelah setahun berlalu, tiba-tiba oleh sang guru, murid ini disuruh untuk mengisi kajian di suatu pesantren. sang murid terheran-heran, bagaimana ia bisa mengerjakan hal itu sementara selama ini ia tidak pernah mendapat transfer ilmu apapun dari sang guru. ia hanya disuruh mengarit rumput bukan? namun, setelah dicoba ternyata dia bisa. Bahkan dia bisa melakukan semua yang gurunya dapat lakukan.

hebat bukan? itulah akibat keridhoan sang empunya ilmu, keridhoan sang guru. ketika seorang guru telah ridho pada muridnya maka murid akan dapat ilmu yang dimiliki gurunya dengan mudah. ini kisah nyata loh.

dapat dipahami, inilah maksud dari ilmu itu adalah cahaya. iya akan mudah menerangi hati-hati yang bersih. saat sang murid ikhlas mengikuti perintah gurunya, untuk menghormati beliau maka cahaya-cahay tersebut akan tembus ke dalam dirinya dengan mudah.

allahumma iftah ‘alaina hikmatan … aamiinn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s