Qadhaul Hajah

bismillah..

alhamdulillah nambah input baru pagi ini. Wonderfulll 🙂

keep-calm-and-love-fiqih-5

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.. Dalam islam semua ada ajarannya dari mulai hal-hal yang kecil. Mulai dari lahir sampai mati.

bab pertama dalam pelajaran Fiqih adalah thaharah. Thaharah artinya bersuci. apa sih pentingnya bersuci? sampai-sampai ia ditaruh pertama kali dalam bahasan fiqih?

Bersuci adalah hal yang wajib dan awal mula langkah untuk diterimanya ibadah. Jika kita akan beribadah maka diri kita harus suci dari hadas dan juga najis.

baiklah. kita mulai saja yaa.. mulai dari judul. Qadhaul hajah. apa itu qadhaul hajah? qadhaul hajah dalam judul di atas maksudnya adalah buang air.  Berikut ini adalah adab-adab dalam buang air. Islam begitu menyeluruh. sampai-sampai tentang buang air pun ada beberapa aturan yang memang memudahkan dan memiliki kebaikan bagi kita sebagai umat islam yang seharusnya menerapkan adab-adab tersebut.

  1. Tidak membawa sesuatu yang mengandung lafazh Allah. ada sebuah hadits dari Anas r.a, bahwa Nabi saw memakai cincin yang memuat ukiran Muhammad Rasulullah, dan jika ia masuk kakus maka (cincin itu) ditinggalkannya.” (diriwayatkan oleh Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Abu Daud. selayaknya memang kita mengagungkan nama Allah. namun bukan berarti harus membawanya kemana-mana. sampai-sampai ke toilet pun tetap bawa. padahal toilet itu tempat berkumpulnya kotoran dan najis.
  2.  menjauh dan menutupi diri dari pandangan manusia. hal ini supaya tidak terdengar suaranya dan tidak tercium baunya yang mengganggu.
  3. mengeraskan bacaan basmalah dan ta’awwudz. toilet/kakus adalah tempat tinggal syetan. maka sebelum memasuki tempat tersebut kita harus memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan. begitupun saat menyingkap bagian pakaian.
  4. menahan lidah dari ucapan. jika sedang buang air maka jangan berbicara. kecuali jika memang dalam suatu kondisi yang tidak memungkinkan kita terus diam. baru boleh bicara. maka dari itu menjawab salam menjadi tidak perlu jika sedang berada di dalam toilet.
  5. mengagungkan kiblat dengan tidak membelakangi ataupun menghadapnya. larangan ini berlaku jika berada di ruang terbuka. karena sekarang sudah banyak toilet yang tetutup maka tidak apa-apa. namun alangkah lebih baik jika tetap menerapkan aturan ini.
  6. mencari tempat yang permukaannya tidak keras. jangan di atas bebatuan. boleh di atas pasir ataupun tanah. Alhamdulillah sekarang tidak perlu repot-repot mencari, karena sudah banyak toilet yang tersedia. 🙂
  7. menjauhi lubang. lubang yang dimaksud adalah lubang yang sejak awal sudah ada. mengapa dilarang? karena dikhawatirkan jika membuang kotoran disana maka akan mengganggu makhluk yang hidup dalam lubang tersebut. contoh, tikus, ular, hewan lain ataupun jin. dalam sebuah hadits dikatakan dari Abdullah bin Sarjis, bahwa Qatadah telah berkata: ‘Nabi saw telah melarang kencing pada lubang’. Mereka bertanya kepada Qatadah: ‘mengapa dilarang kencing di lubang?’. Jawabnya: ‘ karena itu adalah tempat kediaman jin.’” (HR Ahmad, Nasa’i, Abu Daud, Baihaqi, dan Hakim, telah dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Sakkin).
  8. menjauhi tempat bernaungnya manusia atau tempat biasa berkumpul. contoh taman-taman, terminal, dll. dalam sebuah hadits dikatakan bahwa ada 2 golongan yang dilaknat, yaitu orang – orang yang membuang hajat di tempat lewatnya manusia atau di tempat berteduh.
  9. tidak buang air di tempat untuk mandi, tidak boleh buang air di air yang mengenang maupun yang mengalir. seringkali orang -orang malah memanfaatkan air yang mengalir unutk buang air, padahal hal itu dilarang. karena sebagian besar was-was syetan berasal dari sana.
  10. jangan buang air kecil sambil berdiri. karena dikhawatirkan akan terciprat ke pakaian. namun jika kondisinya aman dari cipratan maka diperbolehkan. tetapi sunnahnya itu jongkok. seringkali anak-anak kecil laki-laki dibiarkan saja jika buang air kecil sambil berdiri, sebenarnya hal ini kurang baik karena dikhawatirkan akan terbawa hingga dewasa. oleh akrena itu, perlu dilatih sejak kecil. karena kebiasaan paling kuat itu yang tetanam sejak balita.
  11. menghilangkan najis yang berada di antara 2 lubang dengan air atau batu atau keduanya. atau jenis lainnya yang serupa batu dan suci.
  12. tidak bersuci dengan tangan kanan, dilarang bersuci dengan kotoran yang telah mengering ataupun tulang belulang.
  13. cuci tangan dengan tanah atau sabun setelah bersuci.
  14. mengguyur kemaluan dengan air.
  15. dahulukan kaki kiri saat masuk kamar mandi dan dahulukan kaki kanan saat keluar.

begitulah adab-adab dalam buang air. bagaimana? luar biasa bukan? dalam tiap perintahnya mengandung kebaikan bagi kita dan mengakibatkan pahala jika diterapkan ^^

ayo ber-fastabiqul kairot !

wallahu’alam bis showab

sedikit mengambil referensi hadist dari http://matasalman.com/serba-serbi-thaharah-adab-buang-air-bagian-pertama/#sthash.gTkQSekH.dpuf

 /#sthash.gTkQSekH.dpuf
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s