tentang sekelibat rasa

Tentang sebuah perasaan….

mawar

Setiap manusia pasti memiliki kecenderungan untuk saling merasa nyaman atau merasa lebih senang ketika kenal dekat dengan seseorang.

Seringkali perasaan itu muncul pertama kali akibat rasa kagum, simpati, ataupun sekedar tertarik karena sesuatu hal yang memang menarik.

Tapi tahukah kau? Memang perasaan itulah yang sering mewarnai hidup manusia. Apalagi seseorang yang masih belum siap untuk membangun hubungan yang halal. Rasanya perasaan-perasaan itu sering datang mengganggu. Tapi perasaan itu tak bisa disalahkan. Bagaimana rasa itu bisa muncul? Pasti ada sebab. Entah karena pandangan yang kurang dijaga, entah karena interaksi yang intens, entah karena kita tidak punya pekerjaan lain yang lebih penting. Sehingga perasaan itu terus tumbuh menggeliat.

Memang cinta itu fitrah. Alangkah lebih indah jika kita yang sedang didatangi olehnya, mengambil sikap sabar. Sabar untuk tidak membiarkan rasa itu terus berkembang, sabar untuk tidak menunjukkan sikap yang berlebihan, sabar untuk tidak mengungkapkan apa yang kita rasa. Sungguh sabar itu lebih indah. Jika rasa itu terus mengganggu maka mintalah padaNya. Agar kau tidak kalah dengan perasaan itu. Mintalah padaNya agar engkau diberi yang terbaik. Mintalah petunjuk kepadaNya. Dengan kata lain jika cinta pada seseorang maka mohon izinlah langsung ke pemiliknya. Siapa? Tentu Allah yang maha Indah.

Jika kau tidak sabar, rasanya ingin mengatakan langsung. Rasanya ingin menunjukkan sikap bahwa kau memang menaruh rasa yang berbeda pada dia. Lihat saja efeknya nanti, seringkali dia yang kau kagumi itu malah berbalik menjauhi. Yang tadinya biasa saja. Malah menjauh. Mengapa? Ya karena ketidaksabaran tadi. Apalah guna jika kau coba tunjukan semua? Tapi nyatanya kau memang belum mampu untuk meraih yang hakiki. Kau malah akan mendapat kerugian di dunia juga di akhirat nanti.

Dalam dunia dakwah, dunia para pemuda muslim, perasaan – perasaan seperti ini adalah pengganggu yang tidak bisa dianggap remeh. Harus mengupayakan cara sungguh-sungguh untuk mencegah juga untuk mengobati jika sudah telanjur terjadi.

Perlu diketahui bahwa sesama muslim yang faham, tentu interaksi yang berlebihan tidak diperbolehkan. Rasa kagum yang ada harus diredam jika memang belum sanggup untuk dihalalkan. Bersabarlah. Seringkali rasa itu datang karena kau baru mengenal luarnya belum terlalu menelisik ke dalam. Sabar. Minta perlindungan dan petunjuk padaNya agar tetap dijaga dari hal-hal yang dilarang. Sesama muslim yang faham, jika diri sudah terjangkit maka segeralah ingat dan kembali padaNya. Lebih mendekatkan diri kepada Allah dan sibukkan diri dengan aktifitas berarti yang lain. Tentu jika orang yang kita suka juga sedang berjuang, maka pasangan yang Allah janjikan juga sama-sama yang senang berjuang. Maka langkah lebih baik jika kiat abersabar dan terus memperbanyak amalan baik sehingga nanti juga kita dapat yang terbaik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s