titik terang dari Kepedulian

hari Sabtu kali ini aku berhasil seharian di rumah. tugas-tugas menggambar yang banyak mencegahku untuk keluar. lagipula memang tidak ada banyak agenda yang harus aku datangi.

tapi malamnya akhirnya aku keluar juga. malam ini ada jadwal Debat capresma dan Cawapresma 2016 IPB.aku berangkat bersama seorang temanku. kami janjian di suatu tempat. tapi aku sampai duluan sehingga sambil menunggu, aku membaca buku yang baru aku pinjam dari temanku itu, MMPQ (mahasiswa-mahasiswa penghafal Qur’an). pas sekali aku membaca bagian terkait orangtua, terutama ayah. hiks. jadi terharu dan sedih. jadilah momen menunggu itu mengasyikkan. asyik dengan air mataku yang berjatuhan walau sebentar. sepertinya satu dua orang yang lalu lalang ada yang memerhatikanku. tapi biarlah, telanjur asyik. hehe

saat aku di debat capresma ada momen mengharukan lagi.masih tentang orangtua. ada salah satu panbelis yang bertanya bagaimana mereka izin terhadap orangtua mereka. dan salah satu calon ada yang menghadirkan kedua orangtuanya di momen debat publik malam ini. bagiku itu adalah hal yang sangat …… wahhh luarbiasa. terlihat sekali orangtuanya sangat mendukung si calon. aku tak bisa membayangkan apa yang ada dipikiran orangtua itu saat anaknya nyerocos menjawab pertanyaan panelis juga jika anaknya itu berhasil mendapatkan posisi di kampus ini.

baru tahun ini aku menghadiri langsung debat antar kedua calon presma. Rasanya beda dan menggetarkan semuanya. mungkin karena hampir dari pribadi para calon yang maju itu adalah kakak-kakak yang aku kenal (tapi gatau a[a mereka kenal aku atau ga) dna pernah cukup banyak berinteraksi denganku.

ada 2 pasang calon. dan mereka walaupun berada dalam bagian yang berbeda, mereka tetap baik. Mereka, aku yakin siapapun yang akan menang nanti adalah yang terbaik dan bisa menjalankan amanah di BEM KM dengan baik.

ada 3 panelis, mereka juga tak kalah luarbiasa, bahkan lebih luar biasa karena memang biasa di luar.

sala satu panelis melontarkan satu kalimat yang membuatku tersadar.amanah yang kita pegang itu akan mendatangkan dua kemungkinan pada kita, yaitu kemuliaan atau kehinaan.

membuatku tersadar bahwa memang saat memegang amanah ya kita harus berbuat lebih. karena ada hak-hak orang lain yang perlu kita penuhi. memang pelayan, memang banyak kerjaan, memang ladang amal menjadi terhampar lebih luas. tapi apa jadinya jika kita tidak bisa mengambil ladang amal itu semuanya. mereka akan telantar. dan mulailah akan timbul sebersit pertanyaan. “kemanakah orang yang bertanggungjawab akan ini semua?” nah itulah.

sedangkan jika kita dapat memenuhi semua hak orang-orang di luar sana, dan dapat mengambil semua ladang amal yang ada. pastilah tanpa kita minta pun kemuliaan akan datang. orang-orang di sekitar akan lebih respect. puji-pujian mulai datang. padahal apa? kita hanya melaksanakan tugas kita sebagai seorang yang memiliki tanggungjawab. sebenarnya puji-pujian itu tak perlu ada. karena memang semua yang dilakukan adalah memang yang harus dilakukan oleh seorang pemegang amanah itu.

begitulah Allah menguji kita, manusia yang dibekali akal pikiran dan keutamaan lainnya. Allah ingin kita belajar. Menawarkan diri, Memajukan ataupun dimajukan pada akhirnya memang kepedulian dan keberanian diri yang memutuskan. mereka yang maju adalah orang-orang yang terbaik daripada yang lain. mereka dengan segala keterbatasan tetap mau maju untuk berbuat lebih bagi banyak orang.

yap.. dan malam ini aku mendapatkan titik terang itu. karena kepedulianku pada event menentukan calon-calon pemimpin di kampusku ini.

aku jadi ingat kembali suatu kalimat “kadar emas adalah karat, kadar manusia adalah manfaat”. sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s