Asalamualaikum

Kembali lagi bersama edisi Fiqih seru keduaa \^o^/ yeeee….. haha sebelumnya pasti penasaran kan? Ko judulnya kaya gitu sih. Kaya yang sentimen banget gitu sama sholat jama’ah.. tapi emang iya loh! Ngapain coba kita sholat berjama’ah? Ngapain kita sholat jama’ah tapi kita ga tau keutamaannya apa. Wah rugi banget tuhh…

Nah, Kali ini mau membahas tentang Sholat.yup sholat. Setiap hari kita pasti melakukan sholat minimal 5x, yaitu sholat wajib. Kaau ngga gimana?? Wah alasannya kenapa dulu?? Sholat 5 waktu itu adalah salah satu hal wajib yang harus kita lakukan sebagai umat muslim. Sehingga Allah memerintahkan kita untuk tetap melaksanakannya dalam berbagai kondisi. Ada banyak keringanan (rukhsakh bahasa kerennya :D) untuk melaksanakan sholat wajib. Tapi sekarang belum bahas itu yah. Kali ini mau nulis tentang sholat berjama’ah.

Loh kenapa sholat jama’ah? :/

Ya terserah oee.. kan yang nulis juga oe.hehe piis

Oke, mulai dari pengertian. Sholat berjama’ah adalah sholat yang dilakukan bersama-sama oleh 2 orang atau lebih dengan 1 orang sebagai imam dan yang lainnya sebagai makmum. Sholat berjama’ah hukumnya sunnah muakkad. Sunnah muakkad adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Pasti ada alasannya mengapa sampai di jadikan sunnah yang muakkad. Kita simak lanjutannya.sholat-berjamaah-di-masjid-istiqlal

Yang dilaksanakan secara berjama’ah bisa sholat wajib bisa juga sholat sunnah. Contoh sholat sunnah yang dikerjakan secara berjama’ah adalah sholat tarawih. Hayo, masih ingat kan sholat tarawih apa? Karena Cuma setahun 1 bulan dikerjakan, jangan sampai dilupakan ya.

Yang jadi masalah adalah saat kita sedang di tempat umum nih misalnya, dan kita sholat di masjid/musholla umum, seringkali kita sholat yang sama tapi sendiri-sendiri. Kenapa sih? Kenapa ga bareng-bareng aja? Kan ada tuh anjuran sholat jama’ah. Oh, mungkin kita buru-buru, jadi daripada lama nunggu-nunggu mendingan sholat sendiri. Terus sholatnya juga buru-buru. Hmm apa iya itu lebih baik?

Kenapa harus sholat berjama’ah ? ada banyak hadits yang menjelaskan keutamaan sholat berjama’ah, diantaranya adalah hadits ini >>> Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya, “sholat berjama’ah lebih utama 27 derajat dibandingkan sholat sendirian” (H.R Bukhari dan Muslim. Masyaallah, hanya berjama’ah saja insyaallah 27 derajat telah didapat, daripada kita sholat sendiri. Selain itu ada hadits yang lebih greget juga nih terkait anjuran sholat berjama’ah. Abu Darda ra menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya, “Jika ada tiga orang di sebuah desa atau kampung pedalaman tidak mengerjakan sholat secara berjama’ah, berarti mereka sudah berada dalam kekuasaan syetan. Karena itu, kalian wajib mengerjakan sholat secara berjama’ah. Sebab serigala memakan kambing yang menyendiri.” (H.R Abu dawud dengan sanad Hasan)

Tuh kan, perumpamaan di atas menjelaskan kepada kita bahwa pentingnya sholat berjama’ah adalah untuk menjaga diri kita selain itu juga ia akan menambah amalan kebaikan kita dengan 27 derajatnya itu. Pasti semua sudah tau bahwa kekhusyuan dalam sholat adalah bukan hal yang mudah untuk diraih. Pernah dengar kisah tentang sayyidina Ali ra yang mencoba sholat khusyu kan? Nah, apalagi kita yang sebagai manusia biasa, jauh dari tingkatan para sahabat yang mulia. Maka alangkah lebih baiknya kita lebih mengutamakan sholat berjama’ah dalam keseharian kita. Sayang kan misalnya kita sholat di masjid atau musholla, sama-sama sholat wajib ashar misalnya, tapi kita sendiri-sendiri.

Hadits di atas menjelaskan bahwan syetan akan lebih mudah mengganggu kita jika kita tidak sholat berjama’ah. Maka itulah sebabnya mengapa kita harus sholat berjama’ah. Karena dengan sholat berjama’ah maka banyak keutamaan yang akan kita dapat. Dalam berjama’ah, barisan juga harus dijaga agar rapat dan lurus. Karena itu adalah bagian dari kesempurnaan sholat. Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang artinya, “Hendaklah kalian meluruskan shaf kalian atau kalau tidak, Allah akan menjadikan kalian saling berselisih.” (H.R Al-Khamsah)

Seringkali banyak alasan kita untuk tidak sholat berjama’ah. Misalnya mau nih sholat jama’ah tapi di masjid/musholla itu ga ada yang kita kenal untuk kita ajak berjam’ah. Coba deh untuk duluan komunikasi sama orang yang mau sholat itu juga. Walaupun ga kenal, ya ga apa apa. Sesama muslim bersaudara. Apalagi sama-sama mau sholat juga, mau menghadap Allah. Ajak saja untuk sholat berjama’ah. Siapa tau dia juga mau berjama’ah tapi malu ngajak yang lainnya kan ? hehe

Atau misalnya mau berjama’ah tapi ternyata ga ada orang lagi. Adanya yang udah lagi sholat. Ya gapapa, tepuk aja pundaknya. Terus kita sholat di sebelah kanan dia seperti biasa, bertakbiratul ihram dan berniat sebagai makmum. Lalu ikuti keadaan apa saja yang sedang dilakukan imam pada saat itu. Seseorang dihitung mendapat 1 raka’at jika ia sempat mengerjakan ruku’ bersama imam. Hadits tentang ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Nah, kalau misalnya kita yang nyampe duluan ke musholla dan ga ada siapa-siapa. Terus tiba-tiba di pertengahan sholat ada yang datang dan dia nepuk pundak kita. Ya udah. Lanjutkan aja sholat seperti biasa dan niatkan untuk menjadi imam. Ok?

Ingat kawan, eh bukan kawan. Tapi saudara :). Ingatlah saudaraku, ingat akan pahala yang begitu besar yang berkali-kali lipat yang akan kita dapat saat kita sholat berjama’ah daripada kita sholat sendiri (munfarid, bahasa kerennya :D). Yuk kita lebih intensifkan lagi frekuensi sholat berjama’ah kita. Karena kita kuat, kalau kita bersama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s