ada saudaramu

aku. sebenarnya aku tidak tahu harus menulis apa. ini terlalu larut. aku tak bisa mengingat kembali apa yang harus aku tulis. atau mungkin aku tak bisa menghadirkannya lagi. padahal baru ba’da maghrib itu keinginan menulis itu menyeruak.

setiap orang punya pertimbangan masing-masing. persepsi yang ditangkap seringkali salah arti. hal itu acapkali mengubah kondisi menjadi tak terkendali.

ditambah rasa ego atau tak mau disulitkan. padahal sudah jelas ia katakan dulu..

laa taghdob..” bahkan ia mengucapkannya tiga kali

“utamakanlah kepentingan saudaramu”

dalam hal keduniaan, ia memerintahkan kita untuk rela mengesampingkan apa yang kita inginkan dan lebih mengutamakan kepentingan saudara yang lain jika memang ia lebih membutuhkan. atau saat ia telah memohon.

~sayangnya sekarang, kita tak sepenuhnya selalu ingat pesan itu.

~seringkali lupa. namun seringkali ingat setelah semuanya terjadi.

~bersyukurlah. untung kau masih mengingatnya walau terlambat. karena dengan begitu engkau bisa segera bertaubat.

 

dalam kesunyian malam,

dengan hati yang didera penyesalan

 

Advertisements

5 thoughts on “ada saudaramu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s