Liburan Ter-Magang.

bagaimana tidak ? Liburan semester 5 ini penuh dengan magang. dua pekan pertama magang di Balitri (balai penelitian tanaman industri dan penyegar) di Sukabumi (likeearth aku biasa menyebutnya). lalu sepekan berikutnya aku harus kembali ke Bogor, tepatnya tanggal 31 Januari 2016, karena harus magang di PKPU. Magang ini wajib aku ikuti. lagipula memang jelas akan banya pengalaman berharga yng aku dapat jika magang disana. Tapi akhirnya aku sempatkan pulang juga ke kampung halaman walau hanya 1 hari 1 malam 😦 sedihnya. Tapi bersyukur masih bisa pulang. Alhamdulillah. setidaknya bisa bertemu mereka orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku tulus untuk memompa semangat menjalani hari-hari penuh perjuangan di tanah rantau.

Balitri

pagi-pagi sekali ba’da sholat subuh aku pergi di antar teman seasrama untuk mengejar mobil ke Likeearth sepagi mungkin (Terimakasih banyak ka opii, aku jadi sampai di waktu yang tepat). tak kusangka ternyata mobil Colt sukabumi itu meluncur sekencang-kencangnya layaknya mobil elf di kampungku. mobil semacam itu mereka sebut mobil setan, cepat bangett -__- emang kaya gitu katanya mobil sukabumi. aku turun di pasar Parungkuda. dilanjut naik angkot merah ke Balitri.

Hari pertama langusng ke kebun. Kebun Balitri menjadi tempat utama orang-orang agronomi berada. langsung bergelut di lapangan dengan tanaman. mulai dari pembibitan hingga panen. komoditas utama balitri adalah kopi, kakao, karet dan teh. Tanaman teh tidak di kebun balitri,tapi  di gunung putri. Ada juga Kemiri sunan di kebun balitri. dimanfaatkan minyaknya untuk bio industri. Bedanya dengan kemiri yang bias untuk masak adalah dari daunnya.

selain di kebun kami juga mengunjungi perpustakaan balitri yang ada di wilayah kantor. di sana aku menemukan beberapa referensi menarik terkait tanaman obat, komoditas yang aku cintai. senang rasanya, walaupun cetakannya telah puluhan tahun silam. tapi dengan begitu aku jadi tau ke mana seharusnya aku pergi jika ingin tau lebih banyak tentang tanaman obat, Balitro. tidak hanya ke perpus dan kebun, atas izin beberapa orang akhirnya kami bisa juga ke laboratoriumnya. tidak jauh berbeda dengan yang biasa dilakukan di kampus.

selama di balitri aku mengenal orang – orang hebat dan baik ini. mereka adalah Pak Bambang, Bu Ama, bapak penjaga perpus,Pak Dibyo dan juga ibu kantin yang telah berbaik hati berbagi sebagian rumahnya selama sepekan dengan kami. Pak Bambang adalah orang yang membimbing kami selama di lapangan. Beliau memantau dan menanyakan kabar dan kemajuan kami selama di balitri. Sedangkan Bu Ama, adalah salah satu peneliti di Balitri dari jurusan HPT yang berbaik hati menerima kami di rumahnya selama sepekan. beliau punya seorang anak perempuan lucu. waktu-waktu kami selama di rumahnya terasa begitu singkat saking nyamannya seperti di rumah sendiri. Pak Dibyon adalah kepala kebun balitri. Jam terbangnya tinggi. seharusnmya kami dibawah bimbingan beliau selama magang namun karena sibuk dan harus pergi-pergi ke luar kota, beliau melimpahkan tugasnya kepada Pak Bambang. Seminggu di rumah ibu kantin, membuatku paham bagaimana jenuhnya orang yang bekerja, selama 6 hari dalam sepekan harus berkutat dengan hal yang sama. akhirnya si ibu kantin setiap weekend selalu menghibur dirinya dengan karaoke di rumah sendiri. Menarik 🙂 .

Pulang

hari Jum’at adalah hari terakhir magang. aku sudah menyiapkan barangku sejak tadi malam. siang nya sepulang magang aku langsung meluncur untuk pulang. tak mau membiarkan waktu sedetikpun menghambatku. sampai di rumah pukul setengah sembilan malam. di belokan rumahku sudah menunggu 2 orang malaikatku, Mamah dan bibi. senangnya bisa melihat wajah mereka. Membuat aku semakin merasa bahwa waktuku pulang ini tidaklah salah. aku punya waktu sehari semalam dengan mereka semua. memanfaatkan sebaik-baiknya karena hari Ahad aku harus berangkat ke Kota Hujan.

PKPU

sampai di Asrama pukul setengah 3 sore. jalanan macet parah d Kota. sampai-sampai angkot 03 yang kosong sulit sekali didapat. Biasanya turun dari bis, selalu bisa langsung duduk di angkot. tapi kali ini tidak. malamnya aku bersiap ke Kantor Pusat PKPU Jakarta, beruntung aku tak perlu packing lagi karena benda-benda yang dibutuhkan sama saat aku packing untung magang ke likeearth juga. senin pagi kami berangkat ke Jakarta.

Ada cerita menarik saat aku di KRL. sebelumnya, malam hari itu aku terlibat percakapan panjang dengan Kak Shafa. salah satunya aku menanyakan mengenai buku karya Buya HAMKA berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”. Aku menanyakan seberapa tebal bukunya, apakah ia punya.  Aku sangat penasaran ingin segera membaca. Katanya tidak terlalu tebal, bisa selesai dalam sehari, mungkin kurang. namun untuk benar-benar paham butuh lebih dari sekali membaca. Buya HAMKA adalah sastrawan hebat. membaca kata-katanya membutuhkan waktu yang lama bagiku untuk memahaminya. Lalu di KRL saat telah melewati beberapa stasiun atau baru stasiun yang kedua, ah aku lupa. yang jelas, saat itu KRL masih lengang, walau aku harus berdiri. Ada seorang wanita cantik, rambutnya lurus terurai panjang, kacamata ditempelkan di atas kepalanya, memakai Blazer coklat. Namun yang lebih menarik perhatianku adalah Buku yang dipegangnya sejak awal berlari mengejar kereta. Aku berusaha membaca judulnya, agak sulit karena ia melipat bukunya sehingga covernya tidak kelihatan. Saat ia sedang merapihkan posisinya, akhirnya aku bisa membaca Judul buku itu di covernya, “Tenggelamnya kapal Van Der Wijk” tertulis di bagian depan buku itu. Aku merasa senang sekali akhirnya bisa segera mengetahui dengan tepat jawaban atas pertanyaanku semalam pada ka Shafa. Aku bisa melihat sendiri ukuran buku itu. ternyata tidak tebal. aku yakin bisa menyelesaikannya kurang dari 6 jam.  Semakin penasaran aku ingin membaca. Aku senang, semalam aku begitu penasaran dan paginya aku temukan jawaban. walau harus didera penasaran lagi karena belum bisa menyentuh dan membacanya segera. Tak apa. Saat kereta mulai melaju, wanita itu melanjutkan bacaannya.

Sampai di PKPU, aku dan Nida ditempatkan di divisi Gizi. Qadarullah, tepat sekali penempatan kami dengan pekerjaan yang sedang tersedia di divisi ini. aku jurusan Agronomi dan hortikultura sementara Nida jurusan ilmu keluarga dan Konsumen. Divisi Gizi sedang membuat modul Kebun Gizi Keluarga. Dan memang sudah ada sejak awal program untuk ibu hamil, menyusui, juga balita, cocok sekali dengan Nida. Hari pertama kami langsung punya tugas. Di divisi gizi ini semuanya perempuan. mulai dari manajer, supervisor hingga stafnya. pakaian mereka rapi, menjulur menutup dada dan memakai rok. Cool !

Magang di PKPU selama sepekan, mebuat aku mengerti dan benar-benar paham bagaimana pekerjaan orang-orang kantoran. seolah tidak capek namun sebenarnya sangat mengancam kesadaran (baca:stress). tidak banyak namun penentu keberlanjutan. setiap hari kerja, berangkat pagi pulang sore yang dilihat adalah laptop, PC. wajar jika mereka bosan dan banyak yang berkacamata. Selain itu, aku juga jadi tahu bagaimana para atasan rapat, merumuskan tujuan mereka agar terwujud lancar tanpa hambatan. benar-benar keren. Bersyukur sekali aku bisa menjadi bagian dari PKPU, walau mungkin menjadi bagian terluarnya.

Banyak sekali pelajaran yang aku dapat dari magang-magang ini. Banyak, banyak, banyak banget. luar biasa liburan semester ini.

alhamdulillah. terimakasih ya Allah.

Rumah Qur’an ke-3

malam itu malam sabtu. program asrama beastudi di masa-masa terakhir kini bertambah. semakin ketat pengawasan akan kedekatan kami dengan Al-Qur’an.

mula-mulanya yang setiap pagi harus setor, tapi terserah mau sesedikit apa. bhakan muroja’ah saja pun boleh.

tapi sekarang setelah kedatangan cahaya *eaa jadi setiap pekan ada targetan harus menambah 3,5 halaman :O . beberapa orang syok. termasuk aku. walau senang menghafal tapi kalau ditarget begini terkadang akan muncul berbagai hal yang menghadang -__- .. ya Allah semoga aku bisa.

aku tau ini baik. aku juga senang sekarang ada aturan ini sehingga bisa lebih mengontrol kami dna memaksa kami untuk segera jadi lebih baik lebih cepat. hmm tapi ya aku harus siap dengna semua perubahan yang terencana ini. karena program ini terencana maka diriku juga harus terencana untuk bisa melaksanakan semuanya dengan baik. tanpa ada yang perlu dikorbankan. karena amanah tidak boleh ada yang dikorbankan.

seharusnya waktu istirahat lah yang dikurangi. seharusnya dengan mendapat ini itu, aku juga harus bersiap dengan mengurangi ini itu yang sebelumnya aku miliki seperti contohnya waktu istirahat.

kini asrama BeastudiMUDA sudah menjadi Seperti Rumah Qur’an ke-3 bagiku. karena ada 2 RQ juga di sekitar kampus ini. hehe

ya Allah.. semoga berkah. harus memperbanyak Qur’an Time.

Ramadan Kreatif bersama generasi penerus dari Cibanteng

Tanggal 8 juli kemarin, kami dari Beastudi MUDA PKPU yang berdomisili di desa Cibanteng Bogor telah menyelenggarakan acara yang bernama Ramadan kreatif. Ide acara ini bermula dari tantangan fasilitator kami yaitu mba Dewi Citra Sari. Mungkin karena beliau sering melihat kami sering keluar mencari aktifitas lain di libur ramadhan kali ini seperti ikut pesantren kilat di sekitar Bogor untuk mengisi waktu, akhirnya beliau menawari kami untuk mengadakan acara serupa di sekitar asrama kami. Ya begitulah, ikut membantu di acara desa lain tapi desa sendiri malah terlewatkan.hehe akhirnya dalam waktu 3 hari terhitung sejak tanggal 5 kami mulai merancang dan bergerak untuk melaksanakan acara tersebut. rencananya acara ini terdiri dari rangkaian lomba-lomba yaitu lomba adzan, lomba mewarnai dan lomba membuat kartu lebaran, ada santunan yatim dan dhuafa, dongeng islami serta ifthor jama’i. Santunan tersedia untuk diberikan kepada 40 anak (komunitas Konkret).

Pada hari yang sama dengan pelaksanaan acara tersebut ada salah satu anggota beastudi MUDA yang melangsungkan Seminar hasil Penelitiannya, ka Rica Monica. Karena acara baru dimulai ba’da zuhur, kami merencanakan untuk hadir semuanya ke Seminar ka Rica lebih dulu pada pukul 11.00. Tapi ternyata itu tidak memungkinkan karena masih ada yang harus diurus dan teman-teman yang lain masih ada kesibukan. Akhirnya yang datang hanya aku dan Nida. Barakallah ka Rica! Superr sekali presentasinyaa…

 Saat Acara berlangsung

Ada yang pernah merasakan bagaimana menghadapi anak kecil seumur PAUD dan TK dalam jumlah banyak? Kebayang kan gimana ricuhnya? Hmm mantap. Yup, dan acara ini pesertanya adalah anak-anak PAUD, TK dan SD. Dengan personil Beastudi MUDA yang hanya bertujuh. Itupun dua personil di antaranya tidak bisa ikut dari awal, jadilah kami hanya berlima. Rangkaian acaranya ada lomba-lomba yaitu lomba adzan, lomba mewarnai dan lomba membuat kartu lebaran, ada santunan yatim dan dhuafa, dongeng islami serta ifthor jama’i. Tiga dari kami masing – masing jadi PJ lomba, 1 konsumsi dan 1 korlap. Sebutin aja kali yahh.. Korlap > uchan, Konsumsi > Tri dan ka Opi, Pj Lomba adzan > Umi Nur (Uchol), PJ lomba mewarnai > saya sendiri, dan Pj lomba membuat kartu lebaran > Nida. Selain itu saya juga jadi pembawa acara disana bersama ka Shafa. SDM nya sangat terbatas, oleh karena itu kami meminta bantuan anak Beastudi MUDA UI untuk hadir, namun ternyata mereka pun banyak yang berhalangan. Ada yang sudah pulang, ada yang sakit, ada yang ada urusan lain. Tak apa, acara tetap harus dilangsungkan ._.

Acara ba’da zuhur sampai asar adalah acara perlombaan. Seharusnya di awal ada pembukaan, tetapi karena suasana sudah ricuh akhirnya lomba langsung dimulai saja. Setelah dua lomba berlangsung, masih ada satu lomba yang belum dimulai karena menunggu juri yang masih dalam perjalanan (jurinya dari beastudi MUDA juga). Alhamdulillah acara perlombaan berlangsung dengan lancar, walaupun di lomba mewarnai sempat ada anak PAUD yang menangis karena capek katanya 😀 . lucu juga. Dia ingin dibantu ibunya, tapi ibunya keukeuh ga mau bantu karena memang peraturannya harus dikerjakan sendiri oleh anak-anaknya. Akhirnya diperbolehkan dibantu, anaknya menag masih kecil sekali. Setelah perlombaan, acara dilanjut dengan sholat ashar berjama’ah.

Selesai sholat, peserta di bimbing untuk membaca surat-surat pendek oleh ka Ammar, beastudi MUDA UI yang juga sebagai juri lomba adzan (hanya ini yang bisa hadir dari UI). Anak-anak cukup antusias mengikuti rangkaian acara dengan kekhasan mereka. Apalagi saat masuk waktu mendengarkan dongeng yang disampaikan oleh Ka Zaenal, dari Birena Al-Hurriyah IPB. Anak-anak dengan semangat mengikuti gerakan-gerakan yang dicontohkan ka Zaenal. Acara terakhir yaitu buka bersama. Cukup susah memang mengatur anak-anak kecil untuk berbuka, ribut, rebutan, tangis, semuanya. Tak lama kemudian teras mushola pun menjadi korban kelincahan anak-anak saat memakan hidangan berbuka. Wkwkwk. And finally this is the end of this program 🙂

Di belakang layar

Awalnya acara ini hanya mendapatkan sumber pendanaan sebesar 200.000 tapi alhamdulillah atas kerjasama yang baik dari semuanya akhirnya acara ini menjadi surplus dan jumlah peserta lebih dari yang ditargetkan. Banyak pihak – pihak yang ikut membantu memberikan donasinya untuk kesuksesan acara ini, ada dari alumni beastudi MUDA angkt.1, ada dari mahasiswa yang memberikan support berupa materi dan juga makanan, ada dari komunitas Konkret juga yang memberikan santunan. Terimakasih semuanya.

Terimakasih spesial terutama buat personil beastudi MUDA angkatan dua yang sudah berjuang dengan gayanya masing-masing untuk acara tersebut J hehe kalian luar biasaaaa.. terimakasih juga bagi temen-temen yang dari UI, apalagi buat ka Ammar yang sudah menyempatkan diri hadir membantu dan bersedia ikut riweuh bersama kami mengadapi anak-anak ini. Bagi yang belum bisa hadir juga terimakasih banyakk. Atas do’a dari kalian semuanya akhirnya acara ini berjalan lancar sampai akhir. Pokonya banga dan seneng banget deh bisa kenal sama kalian semua hey Beastudi MUDA! Beneran! Semoga ke depannya kita semua bisa semakin kompak dan terus semangat sebagai para Pejuang MUDA Indonesia.

IMG-20150709-WA0028IMG-20150709-WA0027

Survey Journey in BOGOR

masih berkaitan dengan acara Buka Bersama 5000 Yatim nih ceritanya.. haha yaa walaupun late post. gapapa yak? huhu 😀

jadi pada saat H-2 acara, yaitu tanggal 1 Juli, kami tim relawan dari Bogor yang terdiri dari tim beastudi MUDA dan seorang PJ Region yaitu ka Towo (Irvan Riva’i Sutowo, dari PKPU) melakukan survey ke yayasan yang akan ikut acara buka bersama tersebut. ada 7 yayasan yaitu yayasan Nurul Hidayah, Yayasan Pelita Hati, Amanah Sedekah, Insan Madani, Ponpes Al-Jadiid, Ponpes An-Nur’aliyah dan Yamali. Alur penjemputan nanti dibagi menjadi dua jalur yaitu jalur Dramaga-Leuwiliang dan jalur Cibubur. namun saat survey kemarin kami mengunjungi semua yayasan maupun titik penjemputannya. alhasil, berkat perjalanan ini aku yang tadinya jalan-jalan paling cuma ke sekitar dramaga-baranangsiang-jambu dua, sekarang jadi tau banyak wilayah bogor yang lain. apalagi saat di daerah Cileungsi-Cibubur, manfaatin banget deh momen-momen melewati Taman Buah Mekarsari. Tak ketinggalan kami take Photo disana, sebagai bukti kalau pernah menjejakkan kaki disana 😛 *eaa hehe

nih buktinya kalau ga percaya wkwk

IMG-20150702-WA0004

Buka Bersama (Ifthor Jama’i) 5000 Yatim di Jakarta

Jum’at, 3 juli kemarin was so wonderful!!! 🙂 aku berkesempatan untuk menjadi bagian dari panitia buka bersama 5000 anak yatim yang diselenggarakan oleh Telkom Grup Indonesia. acara buka bersama ini dilaksanakan di Jakarta Convention Centre (JCC). walaupun hanya menjadi tim antar jemput anak-anak dari Bogor ke JCC dan sebaliknya, tapi pengalaman ini cukup mengesankan.

Telkom Grup menggandeng Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU untuk membantu mengumpulkan 5000 anak yatim. untuk menyukseskan acara ini, PKPU merekrut relawan dari tiap daerah untuk mengoordinir anak-anak menuju JCC. berhubung saya dan teman-teman lainnya tergabung dalam Beastudi MUDA IPB, maka otomatis kami jadi relawan yang siap membantu memobilisasi anak-anak dari Bogor untuk acara Buka Bersama tersebut.

ada banyak yayasan yang tergabung dalam acara bukber ini, yaitu yayasan Nurul Hidayah, Yayasan Pelita Hati, Amanah Sedekah, Insan Madani, Ponpes Al-Jadiid, Ponpes An-Nur’aliyah dan Yamali. Anak-anak dari yayasan dijemput oleh bis di titik penjemputan masing-masing. setiap relawan dari PKPU akan mendampingi 1 bis yang isinya sekitar 50 anak yayasan serta 2 pembimbing dari yayasan.

sesampainya di JCC, karena dari Bogor sudah mobilisasi sejak pagi dan telah sampai sebelum sholat Jum’at, kami bisa menikmati acara story Telling yang telah disiapkan oleh panitia. Story Telling ini disampaikan oleh Ka Aiman dan boneka monyetnya, Utun. pesan dari kisah tersebut sangat ngena dan cara penyampaiannya yang lucu membuat semua peserta antuias memperhatikan. Ka Aiman berpesan agar jangan takut untuk bermimpi. karena mimpi-mimpi itu akan terwujud dengan usaha dan kerja keras. bagus sekali untuk memberikan motivasi kepada anak-anak yang kebanyakan usianya antara rentang SD sampai SMA.

banyak artis dan bintang tamu yang turut meramaikan acara ini. Ada Irgi Fahrezy dan Nycta Gina yang bertindak sebagai pemandu acara. selain itu peserta juga dihibur oleh bintang tamu Cjr, Opick dan Ustad Riza Muhammad yang memberikan kultum saat menjelang berbuka puasa.

hari yang luar biasa. walaupun aku sendiri tidak bisa turut menikmati seluruh rangkaian acara karena harus melakukan tugas sebagai seorang relawan, tapi disitulah bedanya. aku jadi tau bagaimana menyelenggarakan acara sebesar ini. perlu banyak koordinasi dengan berbagai pihak, kerjasama serta komunikasi yang baik. wuuuww \^o^/

perjalanan pulang dimulai ba’da maghrib, selama perjalanan kami (saya dan anak-anak dari YAMALI) menikmati gemerlapnya Ibukota yang diterangi oleh lampu dari tiap gedung -gedung pencakar langit yang ada.

wonderful experience

terimakasih Beastudi MUDA 🙂