Fardhu Wudhu

kali ini akan diabhas mengenai tata cara berwudhu. Khusunya yang Pertama mengenai fardhu wudhu. Fardhu wudhu ada 6, yaitu :

  1. Niat
  2. Membasuh wajah. Jika laki-laki memiliki jenggot maka harus dibasuh juga. Jika jenggotnya tipis maka harus basah semua, jika tebal maka cukup diusap saja. Bagaimana cara membedakan jenggot tipis dan tebal? Jika ia masih tembus pandang maka masih termasuk tipis.
  3. Membasuh tangan sampai ke siku
  4. Menyapu bagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
  6. Tertib

Melafadzkan niat itu berbeda dengan niat. Usholli fardho dzuhri…. itu adalah melafadzkan niat. Tapi kalau niat harus bersamaan dengan perbuatan yang pertama (Imam Syafi’i). Contohnya saat sholat berarti saat takbirotul ihram. Jika wudhu berarti saat membasuh wajah pada basuhan yang pertama.  Sehingga takbirotul ihram boleh dipanjangkan sampai 11 alif.

Hendaknya kita berhati-hati dalam beribadah. Memperhatikan hal sekecil apapun. Tetapi jangan dirasa beban. Lakukan semaksimal mungkin semampu kita. Setelah kita tahu ilmunya maka segera berusaha menerapkannya dalam kehidupan. Allah tahu bagaimana niat kita.

wallahu ‘alam bis showab

Sumber : Kajian KMNU IPB

 

 

Syarat Baligh

Selanjutnya akan dibahas mengenai syarat syarat baligh. Mengapa syarat-syarat baligh ini penting? Karena seseorang ketika baligh akan dikenai hukum taklif. Hukum taklif artinya hukum yang membebani. Contohnya adalah puasa, sholat, zakat dll. Seseorang ketika sudah baligh maka sudah wajib hukumnya untuk sholat, zakat maupun puasa.  Maka penting bagi kita untuk mengetahui kapankah seeorang masuk waktu baligh ?

Tanda baligh

  1. Umur 15 tahun
  2. Keluar air mani
  3. Haidh bagi perempuan.

Seseorang dapat dikenai hukum taklif jika memenuhi syarat berikut ini :

  1. Muslim
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Bulughud dakwah, sampai kepadanya dakwah. Maksudnya dakwah adalah pengetahuan mengenai perihal seperti ini. jika dia hidup di tengah hutan dan tidak ada yang menyampaikan kepadanya mengenai hal ini, maka dia diampuni.
  5. Selamat inderanya. Maksudnya dia tidak buta dan tidak tuli, sehingga dapat menerima pelajaran/ilmu.

wallahu ‘alam bis showab.

sumber : kajian KMNU IPB

setengahnya Iman

Ath thohaarootul syatrotul iman, artinya kebersihan adalah setengahnya iman. Mungkin yang lebih sering didengar adalah an nadzoofatu minal iman yang artinya kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk menjaga kebersihan. Terutama kebersihan diri.

Kali ini akan dibahas mengenai thoharoh, atau bersuci. Dalam thoharoh ada 6 macam kegiatan.

Enam kegiatan thoharoh.

  1. Pengangkatan najis. Maksud dari pengangkatan najis adalah contoh kegiatannya yaitu istinja/cebok setelah buang air.
  2. Pengangkatan hadats. Maksudnya adalah berwudhu. Najis atau hadats ini tidak bisa hilang kecuali dengan air, tetapi ada kegiatan lain yang dimaklumi (akan dibahas di poin selanjutnya).
  3. Kegiatan yang dimaklumi yang dapat menggantikan pengangkatan najis. Contoh kegiatannya adalah digosok dengan batu. Jika tidak ada air, maka dapat dibersihkan dengan batu. Jika tidak ada batu maka dapat digunakan benda lain yang fungsinya serupa dengan batu. Lebih detail akan dibahas pada tema selanjutnya.
  4. Kegiatan yang dimaklumi yang dapat menggantikan pengangkatan hadats. Maksudnya adalah tayammum. Tayammum dapat menggantikan wudhu dan mandi jika kondisi tidak ada air yang dapat digunakan bersuci.
  5. Kegiatan yang dimaklumi yang menyerupai kegiatan pengangkatan najis. Maksudnya adalah basuhan ketika najis sudah hilang. Contoh kasusnya, jika ada kotoran kucing di lantai, pada basuhan pertama atau kedua mungkin masih bertujuan untuk membuang najis, tetapi beberapa basuhan setelahnya entah itu ketiga, kelima atau mungkin lebih adalah kegiatan yang menyerupai pengangkatan najis.
  6. Kegiatan yang dimaklumi yang menyerupai pengangkatan hadats. Contohnya mengusap/membasuh air wudhu sebanyak 3 kali. Basuhan pertama masih bertujuan untuk mengangkat hadats. Basuhan kedua dan ketiga hanya menyerupai saja.

Sekian 🙂 wallahu ‘alam bis showab.

sumber : kajian KMNUIPB

Ngapain Sholat berJama’ah ?

Asalamualaikum

Kembali lagi bersama edisi Fiqih seru keduaa \^o^/ yeeee….. haha sebelumnya pasti penasaran kan? Ko judulnya kaya gitu sih. Kaya yang sentimen banget gitu sama sholat jama’ah.. tapi emang iya loh! Ngapain coba kita sholat berjama’ah? Ngapain kita sholat jama’ah tapi kita ga tau keutamaannya apa. Wah rugi banget tuhh…

Nah, Kali ini mau membahas tentang Sholat.yup sholat. Setiap hari kita pasti melakukan sholat minimal 5x, yaitu sholat wajib. Kaau ngga gimana?? Wah alasannya kenapa dulu?? Sholat 5 waktu itu adalah salah satu hal wajib yang harus kita lakukan sebagai umat muslim. Sehingga Allah memerintahkan kita untuk tetap melaksanakannya dalam berbagai kondisi. Ada banyak keringanan (rukhsakh bahasa kerennya :D) untuk melaksanakan sholat wajib. Tapi sekarang belum bahas itu yah. Kali ini mau nulis tentang sholat berjama’ah.

Loh kenapa sholat jama’ah? :/

Ya terserah oee.. kan yang nulis juga oe.hehe piis

Oke, mulai dari pengertian. Sholat berjama’ah adalah sholat yang dilakukan bersama-sama oleh 2 orang atau lebih dengan 1 orang sebagai imam dan yang lainnya sebagai makmum. Sholat berjama’ah hukumnya sunnah muakkad. Sunnah muakkad adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Pasti ada alasannya mengapa sampai di jadikan sunnah yang muakkad. Kita simak lanjutannya.sholat-berjamaah-di-masjid-istiqlal

Yang dilaksanakan secara berjama’ah bisa sholat wajib bisa juga sholat sunnah. Contoh sholat sunnah yang dikerjakan secara berjama’ah adalah sholat tarawih. Hayo, masih ingat kan sholat tarawih apa? Karena Cuma setahun 1 bulan dikerjakan, jangan sampai dilupakan ya.

Yang jadi masalah adalah saat kita sedang di tempat umum nih misalnya, dan kita sholat di masjid/musholla umum, seringkali kita sholat yang sama tapi sendiri-sendiri. Kenapa sih? Kenapa ga bareng-bareng aja? Kan ada tuh anjuran sholat jama’ah. Oh, mungkin kita buru-buru, jadi daripada lama nunggu-nunggu mendingan sholat sendiri. Terus sholatnya juga buru-buru. Hmm apa iya itu lebih baik?

Kenapa harus sholat berjama’ah ? ada banyak hadits yang menjelaskan keutamaan sholat berjama’ah, diantaranya adalah hadits ini >>> Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya, “sholat berjama’ah lebih utama 27 derajat dibandingkan sholat sendirian” (H.R Bukhari dan Muslim. Masyaallah, hanya berjama’ah saja insyaallah 27 derajat telah didapat, daripada kita sholat sendiri. Selain itu ada hadits yang lebih greget juga nih terkait anjuran sholat berjama’ah. Abu Darda ra menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya, “Jika ada tiga orang di sebuah desa atau kampung pedalaman tidak mengerjakan sholat secara berjama’ah, berarti mereka sudah berada dalam kekuasaan syetan. Karena itu, kalian wajib mengerjakan sholat secara berjama’ah. Sebab serigala memakan kambing yang menyendiri.” (H.R Abu dawud dengan sanad Hasan)

Tuh kan, perumpamaan di atas menjelaskan kepada kita bahwa pentingnya sholat berjama’ah adalah untuk menjaga diri kita selain itu juga ia akan menambah amalan kebaikan kita dengan 27 derajatnya itu. Pasti semua sudah tau bahwa kekhusyuan dalam sholat adalah bukan hal yang mudah untuk diraih. Pernah dengar kisah tentang sayyidina Ali ra yang mencoba sholat khusyu kan? Nah, apalagi kita yang sebagai manusia biasa, jauh dari tingkatan para sahabat yang mulia. Maka alangkah lebih baiknya kita lebih mengutamakan sholat berjama’ah dalam keseharian kita. Sayang kan misalnya kita sholat di masjid atau musholla, sama-sama sholat wajib ashar misalnya, tapi kita sendiri-sendiri.

Hadits di atas menjelaskan bahwan syetan akan lebih mudah mengganggu kita jika kita tidak sholat berjama’ah. Maka itulah sebabnya mengapa kita harus sholat berjama’ah. Karena dengan sholat berjama’ah maka banyak keutamaan yang akan kita dapat. Dalam berjama’ah, barisan juga harus dijaga agar rapat dan lurus. Karena itu adalah bagian dari kesempurnaan sholat. Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang artinya, “Hendaklah kalian meluruskan shaf kalian atau kalau tidak, Allah akan menjadikan kalian saling berselisih.” (H.R Al-Khamsah)

Seringkali banyak alasan kita untuk tidak sholat berjama’ah. Misalnya mau nih sholat jama’ah tapi di masjid/musholla itu ga ada yang kita kenal untuk kita ajak berjam’ah. Coba deh untuk duluan komunikasi sama orang yang mau sholat itu juga. Walaupun ga kenal, ya ga apa apa. Sesama muslim bersaudara. Apalagi sama-sama mau sholat juga, mau menghadap Allah. Ajak saja untuk sholat berjama’ah. Siapa tau dia juga mau berjama’ah tapi malu ngajak yang lainnya kan ? hehe

Atau misalnya mau berjama’ah tapi ternyata ga ada orang lagi. Adanya yang udah lagi sholat. Ya gapapa, tepuk aja pundaknya. Terus kita sholat di sebelah kanan dia seperti biasa, bertakbiratul ihram dan berniat sebagai makmum. Lalu ikuti keadaan apa saja yang sedang dilakukan imam pada saat itu. Seseorang dihitung mendapat 1 raka’at jika ia sempat mengerjakan ruku’ bersama imam. Hadits tentang ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Nah, kalau misalnya kita yang nyampe duluan ke musholla dan ga ada siapa-siapa. Terus tiba-tiba di pertengahan sholat ada yang datang dan dia nepuk pundak kita. Ya udah. Lanjutkan aja sholat seperti biasa dan niatkan untuk menjadi imam. Ok?

Ingat kawan, eh bukan kawan. Tapi saudara :). Ingatlah saudaraku, ingat akan pahala yang begitu besar yang berkali-kali lipat yang akan kita dapat saat kita sholat berjama’ah daripada kita sholat sendiri (munfarid, bahasa kerennya :D). Yuk kita lebih intensifkan lagi frekuensi sholat berjama’ah kita. Karena kita kuat, kalau kita bersama.

air.. ada berapa macam sih?

airAssalamu’alaikum 🙂

Ini adalah edisi pertama ulasan seputar fiqih . dimulai dari hal yang tidak pernah kita lewatkan setiap harinya, Air.

sebenarnya air ada berapa banyak sih?

nih ya.. saya coba uraikan..  ada 5 macam air yaitu air mutlak, air musta’mal, air yang tercampur dengan sesuatu yang suci, air yang terkena sesuatu najis dan air sisa minum. okee saya coba uraikan satu-satu yaa

  1. Air Mutlak. jeng jenggg. air mutlak adalah air yang suci dan dapat menyucikan.  yang termasuk ke dalam air mutlak adalah a. air hujan, es dan embun, b. air laut, c. air zamzam, d. air yang brubah karena lama tergenang, atau karena tempatnya berubah atau menyatu dengan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan contohnya seperti tercampur dengan lumut atau daun daunan.
  2.  Air Musta’mal. disebut juga air bekas bersuci. yaitu air yang telah dipergunakan untuk wudhu atau mandi. air jenis ini suci dan dapat dipergunakan untuk bersuci seperti air biasa. nahh jadi nih kalau lagi kekurangan air, atau stock air terbatas, boleh tuh pakai air yang sebelumnya udah dipakai mandi untuk bersuci.
  3. Air yang tercampur dengan sesuatu yang suci. seperti sabun, minyak wangi, tepung dan sesuatu yang lain yang semestinya terpisah dari air. air seperti ini masih bisa digunakan untuk bersuci selama sifat airnya masih dominan. jika bahan campurannya lebih dominan maka tidak bisa digunakan untuk bersuci, namun air tersebut tetap suci. contohnya teh, kopi, susu.
  4. Air yang terkena najis. air ini dibagi jadi 2 bagian. yaitu air yang tercampur dan berubah rasa, warna dan baunya. dan air yang terkena najis namun tidak mengubah rasa, warna dan baunya. Jika warna, rasa dan bau air TIDAK berubah maka air tersebut masih bisa dipergunakan untuk bersuci. jadi, jika ada misalnya kotoran cicak masuk ke dalam wadah air temen-temen nih, cek dulu apakah warna, rasa dan bau air berubah? jika tidak, maka airnya jangan dibuang karena masih bisa dipakai untuk bersuci. 🙂 oke??? hemat air yoo hehe
  5. Air sisa minum. sisa minum siapa nih? hehe ya bisa air sisa minum orang atau hewan. kalau air sisa minum orang baik orang muslim, kafir, yang sedang junub atau sedang haid, adalah suci. begitupun air sisa minum hewan yang boleh dimakan itu suci. juga hewan buas, burung pemangsa dan kucing. namun yang najis adalah air sisa minum Anjing dan Babi.

okeyy begitulah info fiqih seputar air 🙂 semoga bermanfaat ya

waallahu ‘alam bis showab

sumber : fiqih Sayyid Sabiq

tentang Berwudhu dalam Islam

Haloo hayy .. kembali lagi bersama saya.. dalam kajiaaaannn fiqih ^^ yeeee
Hehe kali ini aku dapat pencerahan tentang wudhu. Hayoo siapa yang ngga tau wudhu? Kayanyaa ga mungkin deh ada orang Muslim yang ga tau tentang wudhu. Karena amalan ibadah utama kita yaitu Sholat, haruslah diawali dengan berwudhu. Sebelum anak kecil diajari sholat, pastilah ia belajar wudhu lebih dulu.

Dalam perkara wudhu ini banyak ikhtilaf, karena itulah kita banyak menemukan tata cara wudhu yang berbeda sesama muslim. Tetapi hal tersebut bukanlah hal yang mendasar. Jadi tidak perlu kita memaksakan tata cara wudhu yang kita yakini pada semua orang lain yang berbeda hingga malah menimbulkan “jarak” antar sesama muslim. Padahal masih banyak hal Zhalim yang lebih jelas untuk dilawan.

Mengapa banyak perbedaan dalam perkara wudhu ini? Rasulullah S.A.W adalah orang yang jarang bicara, hanya bicara saat diperlukan dan sangat hati-hati karena kata-kata beliau akan menjadi hadits. Hadits-hadits tentang wudhu ini bersumber dari kisah sahabat yang melihat langsung tata cara berwudhu Rasulullah S.A.W. itulah sebabnya mengapa banyak perbedaan dalam tata cara berwudhu, karena para sahabat tidak melihat gerakan wudhu Rasulullah S.A.W dalam waktu yang sama. Contohnya gerakan mengusap kepala. Ada yang meriwayatkan harus mengusap seluruh bagian kepala, ada juga yang meriwayatkan hanya 1/3 nya saja dan ada juga asal kena bagian kepala saja sedikit itu sudah cukup. Itu semua bersumber dari kesaksian para Sahabat yang melihat langsung cara Rasulullah S.A.W berwudhu. Berarti semua itu tidak ada yang salah, karena Rasulullah S.A.W pernah melakukan itu semua.

Tentang Dalil Persyariatan
Wudhu adalah hal yang harus dilakukan sebelum ibadah Sholat dan thowaf. Sholat dan Thowaf tanpa udhu terlebih dahulu maka hukumnya tidak sah. Berikut ini akan diuraikan tentang dasar diwajibkannya wudhu..
a) Surat Al-Maidah ayat 6. (Bisa di cek sendiri yahhh hehe) yang artinya “ Hai orang-orang yang beirman, jika kalian hendak melakukan sholat, basuhlah wajah dan tangan sampai siku, lalu usaplah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai dua mata kaki.”
b) Hadits dari Abu Hurairah r.a yang meriwayatkan bahwa Nabi S.A.W bersabda yang artinya, “Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kalian jika ia berhadats, sampai ia berwudhu.” (h.r Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)
c) Ijma’. Adalah kesepakatan para ulama. Semua kaum muslimin sejak zaman Rasulullah S.A.W hingga sekarang sepakat bahwa wudhu adalah ajaran Islam. Wudhu merupakan ajaran Islam yang harus diketaui oleh setiap muslim.
Jika suatu hal sudah di-Ijma’kan para ulama sejak dahulu maka haruslah kita berpegang kuat padanya dan tidak mudah diubah. Jika zaman sekarang ada yang tiba-tiba muncul dan mengubah apa yang telah disepakati sebelumnya maka sudah pasti dia itu salah (baca:sesat).

Fardhu wudhu
Hmm temen-temen disini, bro n sist, akhi wa ukhti, boys n girls muslim pasti udah tau dong fardhu wudhu apa aja? apalagi yang udah hidup puluhan tahun di dunia yang fana ini kaya yang lagi nulis ini nih.. (belum 20 tapi mepet 20 sih.huhu kepala dua T_T). Jadi ga perlu bahas terlalu detail kali yah.. inti-intinya aja okee
a) Niat. Dimana-mana yang pertama adalah niat. Karena suatu amalan itu tergantung niatnya. Niat adalah amalan hati yang tidak ada hubungannya dengan lisan. Yang menilai niat hanyalah Allah S.W.T
b) Membasuh wajah. Batas atas wajah adalah bagian atas kening kita, batas bawahnya adalah bagian paling bawah dari dagu dan lebar wajah adalah dari pinggir telinga kanan sampai pinggir telinga kiri.
c) Membasuh kedua tangan sampai siku (sikunya ikut dibasahin ya)
d) Mengusap kepala.
e) Membasuh kedua kaki bersama kedua mata kakinya.
f) Tertib. Ini berdasarkan sabda Rasulullah S.A.W yang artinya mulailah dengan apa yang dimulai oleh Allah. Maksudnya seperti yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Tentang Sunnah Wudhu
Ada banyak sekali sunnah wudhu.. hmmmm coba cari tau sendirii haha
Akan saya post dilain waktu yaa insyaallah..

Tentang Makruh Wudhu
Yang menjadi makruh wudhu adalah meninggalkan sunnah-sunnah wudhu. Nah loh.. walaupun dikatakan sunnah jangan sampai kita jadi menyepelekan. Usahakan tetap dilakukan jika kita memang masih mampu dan tak ada halangan untuk melakukannya. Karena itu semua berbuah pahala bagi kita 

Oke deh sekian dulu yaa pembahasan tentang wudhu. Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan itu karena kekhilafan saya sendiri dan kebaikan-kebaikan itu datangnya dari Allah S.W.T . salam semangat dariku.. karena kita adalah Khalifah di bumi ini
#keepSunnah